“Seandainya saya tahu dari awal ia alergi susu sapi, tentu ia tak akan menderita selama ini.”

Menginjak usia 40 hari, Khairan Putranto, putera pasangan Chairini Chairi (31) dan Rendian Putranto (30) mulai tak berhenti menangis. Siang dan malam Khairan menangis tanpa sebab yang jelas. Sampai akhirnya ditemukan penyebab semua itu, si kecil alergi susu sapi.

Menangis terus

Kami sekeluarga dibuat bingung dengan Khairan yang terus-terusan menangis. Bayangkan, selama hampir 3 bulan, dari siang sampai malam Khairan menangis terus. Kami sekeluarga jadi ikutan bergantian menggendongnya. Pelan-pelan Khairan akan tertidur, tapi begitu ditaruh, ia nangis lagi. Setiap malam begitu terus-menerus.

Awalnya saya pikir wajar saja bayi nangis, tapi kok yang dialami Khairan tidak wajar. Berat badannya, sih normal, tidak kelihatan kalau dia bayi yang lemah. Selain itu, kulit Khairan berubah berwarna merah matang dan di ujung kemaluannya muncul bercak merah yang menurut kami tidak normal. Kami yang tidak punya cukup informasi tentu saja takut gejala tersebut berbahaya bagi Khairan. Saya dan suami lalu mencari informasi di internet dan pergi ke dokter anak.

Berkonsultasi ke dokter anak

Saya memberikan ASI untuk Khairan, namun sayangnya prediksi ASI saya sedikit dan tidak bisa mencukupi kebutuhan gizi Khairan, sehingga mau tidak mau harus saya tambah dengan susu formula. Oleh dokter anak, kami disarankan untuk mengganti susunya, namun ternyata hasilnya sama saja. Saya justru semakin khawatir, karena setiap berganti susu, berarti Khairan harus beradaptasi dengan rasa dan kandungan di dalam susu tersebut. Bagaimana dengan perkembangannya kalau kondisinya begini terus?

Kami sekeluarga pun masih menjalani rutinitas lama, begadang setiap hari menjaganya. Padahal suami saya harus bekerja dan begitu cuti melahirkan selesai saya pun harus kembali kerja.
Ternyata alergi susu sapi

Menemukan penyebab sesungguhnya dari masalah Khairan tidaklah mudah. Kami baru mengetahui bahwa Khairan menderita alergi susu sapi setelah akhirnya berkonsultasi dengan dokter spesialis alergi, dr. Zakiudin Munasir, Sp.A (K). Dokter melakukan serangkaian tes, diantaranya tes alergi dan tes darah, sampai akhirnya ditemukanlah penyebab kerewelannya selama ini. Khairan alergi susu sapi. Dokter memberikan solusi yang tepat untuk anak saya, menghindarkan anak saya dari protein susu sapi secara total dengan memberikan makanan khusus untuk kebutuhan medis anak saya. Dan semenjak itu, masalah Khairan teratasi dengan baik.

Kami merasa sangat lega, namun mengingat apa yang sudah kami lalui, dan Khairan jalani, saya berharap bisa mengetahui penyebab alerginya ini lebih cepat. Ternyata Khairan begini karena papanya dulunya alergi susu sapi. Dan sayangnya fakta ini kami ketahui belakangan. Seandainya dari awal kami tahu kalau ada riwayat alergi susu sapi, tentu memudahkan penanganannya. Kini Khairan berusia 7 bulan, tumbuh sehat, bahkan perkembangannya lebih cepat ketimbang anak seumurannya. Ini berkat kandungan gizi dan nutrisi di dalam makanan tersebut yang dapat memenuhi kebutuhan nutrisi hariannya. Sekarang kami sekeluarga bisa tidur tenang disamping Khairan yang makin menggemaskan.