Sentuhan kasih sayang ibu memiliki sejuta manfaat yang dapat dirasakan anak sejak masih di dalam kandungan hingga terlahir, tumbuh, dan berkembang menjadi anak yang sehat, cerdas dan kreatif. Berbagai penelitian telah membuktikan manfaat sentuhan kasih sayang orangtua, terutama ibu, bagi perkembangan buah hati sejak masih berada di dalam kandungan. Interaksi dan belaian lembut ibu memberikan bonding yang kuat, rasa nyaman dan aman pada anak yang pada akhirnya berpengaruh pada pembentukan sikap anak di masa yang akan datang, kemampuan berinteraksi, tingkat kecerdasan, kesehatan, serta perkembangan fisik dan psikis.

Sentuhan ibu adalah obat ajaib bagi beragam penyakit yang diderita anak. Max Planck Institute for Human Cognitive and Braine Science di Jerman melakukan penelitian tentang “keajaiban sentuhan” dengan melibatkan sejumlah anak dan orangtua. Hasilnya, tipe sentuhan sedang yang penuh kasih dari orangtua terbukti bisa mempererat bonding anak dan orangtuanya. Penelitian lain menyebutkan ketika seorang ibu mencium bayinya, ia sedang mengirim bakteri tertentu yang membangun kekebalan tubuh anak terhadap penyakit-penyakit, seperti influenza.

Sebuah pelukan hangat dari ibu juga membuat anak yang sakit lebih cepat pulih, tidur lebih nyenyak, dan jarang rewel. Saat tiba-tiba terserang kolik, mengalami tantrum, atau demam lantaran pertumbuhan gigi, misalnya. Dekapan hangat dan kecupan lembut ibu akan membuat anak tenang. Hormon endorfin terstimuli dan mempercepat proses penyembuhan.

Sentuhan ibu mampu meningkatkan pertumbuhan pembungkus saraf otak yang membantu kelancaran proses pengiriman dan penerimaan pesan ke otak. Sementara hasil penelitian ahli neurologi Washington University School of Medicine menyimpulkan, para murid usia sekolah yang mendapat kasih sayang ibunya memiliki kapasitas otak dengan prosentase hippocampus lebih besar, yang berperan dalam kegiatan belajar, mengingat, merespon terhadap tekanan, serta navigasi ruangan.

Terkadang menyentuh atau memeluk dianggap hal yang sepele sehingga terlupakan. Tak sedikit pula orangtua yang justru khawatir jika terlalu sering disentuh anaknya akan menjadi lemah dan manja. Padahal sebaliknya, sentuhan ibu justru membuat anak tumbuh lebih percaya diri karena merasa disayang dan dihargai. Saat dewasa, anak akan menjadi pribadi yang mudah bersosialisasi dan peka terhadap lingkungan sekitarnya. Anak menjadi mudah bergaul, bisa berempati, serta sayang dengan hewan peliharaan.

Oleh karena itu, menciptakan waktu berkualitas antara orangtua dan anak sangat penting dilakukan. Sebanyak apa pun urusan kantor atau pekerjaan rumah, sempatkan waktu untuk berkomunikasi dan menyentuh anak secara langsung. Membelai, memeluk, mencium, atau menemani sesaat sebelum tidur membuat anak merasa tidak ditinggalkan.  Jangan lupa selipkan kata-kata positif yang dapat membangun kesembuhan dan kepercayaan diri mereka.

 

Sumber : tabloidnova.com