Kolitis berasal dari kata kolon (usus besar) dan itis (peradangan). Kolitis adalah penyakit berupa peradangan usus besar yang menyebabkan gejala nyeri, meradang, diare dan perdarahan anus. Kolitis dapat disebabkan karena adannya infeksi virus, bakteri atau parasit pada makanan, minuman atau tangan yang kotor, reaksi autoimun (alergi) terhadap bahan makanan tertentu, atau  kandungan bahan-bahan kimia, terpapar radiasi pada usus besar atau memang ada kondisi medis lain yang memicu munculnya colitis seperti atherosclerosis, volvulus, hernia inkarserata dan HSP ( Henoch-Schonlein).

Usus besar merupakan bagian dari organ pencernaan yang bertugas mengumpulkan dan menyimpan sementara sisa pencernaan makanan. Setelah nutrisi pencernaan diserap di usus halus,maka sisa pencernaan akan memasuki usus besar. Sisa makanan akan dicampur dengan lendir dan bakteri pencernaan, kemudian mukosa usus besar akan menyerap air dan elektrolit sehingga terbentuklah feses. Lapisan mukosa yang meradang akan menimbulkan gejala kolitis. Secara umum colitis disertai nyeri perut dan diare. Beberapa gejala lain yang mungkin menyertai adalah kembung, atau perdarahan saat terjadi gerakan usus sehingga bab bisa bercampur darah. Segera ke dokter jika mengalami diare yang terus menerus, demam tinggi, nyeri perut semakin berat dan sakit, dan jika ditemui ada darah dalam feses.

Pencegahan kolitis yang disebabkan karena infeksi dapat dilakukan dengan pencegahan seperti menjaga kebersihan makanan dan minuman, mencuci tangan sebelum makan, jika disebabkan karena genetik memang sulit atau yang memang punya alergi sebaiknya menghindari bahan-bahan makanan pencetus alergi.