Ketika tidur napas bayi mengeluarkan bunyi “grok…grok…grok“, tentunya bisa membuat Bunda khawatir. Benarkah ruangan ber-AC jadi pemicu?

http://aksisadaralergi.org/wp-content/uploads/2015/10/bayi-tidur-pules.jpg

Menurut dr. PurnamaWATI S. Pujiarto, Sp.AK, MMPed, napas bayi yang berbunyi saat tidur bukanlah kondisi berbahaya dan biasanya disebabkan alergi. Alergi adalah kondisi saat sistem imun tubuh bereaksi terhadap hal tidak berbahaya (debu, serbuk bunga, atau makanan).

Alergi bisa mengenai berbagai bagian tubuh, seperti saluran napas atas (hidung pilek, bersin), mata (mata merah, berair, dan gatal), dan kulit (eksim, biduran). Jika alergi mengenai saluran napas bawah, terjadi penyempitan saluran napas alias asma.

Udara dingin bisa menyebabkan iritasi dan pembengkakan di saluran napas; terlebih jika udaranya kering seperti udara di ruangan ber-AC. Asap tembakau dan polusi juga jadi faktor pencetus.

Penanganan utamanya adalah:

  • Kenali pencetus dan sedapat mungkin hindarilah.
  • Berikan ASI dan hanya ASI selama enam bulan pertama (ASI dilanjutkan sampai anak berusia dua tahun atau lebih). Kalau Anda memberi susu formula sejak dini, Anda justru memperkenalkan protein asing (protein non manusia) pada anak dan hal ini akan merangsang sistem imun anak, sehingga terjadi reaksi alergi.
  • Bijaklah menggunakan antibiotika. Penelitian membuktikan, pemberian antibiotika sejak usia dini bisa melipatgandakan risiko alergi dan asma ketika anak berusia enam tahun.
  • Pantau kondisi anak. Selama anak tidak sesak (frekuensi napas lebih dari 40 kali per menit), jangan cemas. Lebih seringlah Anda memberi minuman, serta biarkan ia menghirup uap panas (agar lendir tidak mengental). Bila perlu, berikan larutan garam fisiologis steril sebagai tetes hitung. Dan, jangan ada yang merokok di dekat anak, ya.
  • Hindarkan dulu dari selimut berbulu dan boneka berbulu kepada si Anak
  • Bersihkan AC secara berkala.