Gejala dan tanda karena reaksi alergi pada anak dapat ditimbulkan oleh adanya alergen dari beberapa  makanan tertentu yang dikonsumsi anak. Makanan itulah yang disebut sebagai alergen atau penyebab alergi makanan. Selama ini sering  diketahui bahwa penyebab alergi pada manusia adalah alergi terhadap makanan laut dan ikan.

Varian makanan laut seperti ikan, udang, atau pun kepiting selain memiliki kandungan gizi yang tinggi memang memiliki citarasa yang lezat untuk dikonsumsi. Namun, disisi lain makanan laut merupakan salah satu kategori makanan yang dapat menyebabkan alergi.

Pertanyaan yang sering muncul adalah Mengapa Makanan Laut Bisa Menyebabkan Alergi?

Ikan segar merupakan bahan pangan yang sangat mudah rusak karena memiliki kandungan air yang relatif tinggi. Kondisi ini membuat mikroba lebih mudah tumbuh dan berkembang biak. ”Idealnya, setelah ditangkap, ikan harus segera diolah. Atau, jika tidak memungkinkan, ikan harus disimpan dalam suhu di bawah 40 C untuk menghambat pertumbuhan mikroba yang menyebabkan penurunan mutu ikan,” ujar Dr.Ir. Nuri Andarwulan, M.Sc., ahli pangan dari IPB. Kondisi ideal ini sayangnya tak selalu bisa terpenuhi. Akibatnya, mutu dan kesegaran ikan pun jadi menurun. Kalau sudah begini, ikan sangat berpotensi menyebabkan alergi. ”Ikan memang merupakan salah satu dari 8 kelompok alergen yang bisa menyebabkan reaksi alergi pada tubuh manusia. Inilah satu kelemahan dari ikan, di balik segudang manfaat yang dimilikinya.

Ikan khususnya ikan laut atau sea food paling sering menyebabkan alergi makanan. Gejala yang ditimbulkannya berupa urtikaria,  (gatal di kulit), angioedema, astma atau kombinasi dari beberapa kelainan tersebut. Alergi makanan karena ikan laut paling mudah terdeteksi (terdiagnosis), karena gejala yang ditimbulkan relatif cepat. Alergi makanan karena ikan laut termasuk reaksi alergi tipe cepat. Biasanya kurang dari 8  jam keluhan alergi sudah bisa dikenali. Jenis ikan laut yang sering mengakibatkan gangguan adalah jenis ikan laut yang kecil, seperti udang, cumi, kerang, kepiting dan sebagainya. Sedangkan ikan laut yang agak besar seperti salmon, tuna dan sebaginya relatif lebih ringan. Meskipun pada penderita alergi yang berat seringkali semua ikan laut menimbulkan gangguan alergi. Ikan paling lengkap secara khas sebagai penyebab alergi adalah ikan cod, mempunyai potensi alergenik tinggi dan mempunyai reaksi yang sama (cross reaction) dengan beberapa jenis ikan lainnya. Udang mengandung allergen yang sangat kuat, banyak kasus alergi berat (anafilaksis) dilaporkan karena reaksi terhadap udang.

Alergi terhadap makanan laut biasanya bersifat spesifik pada 1 golongan tertentu (antara ikan/crustacean/mollusks). Artinya, seseorang yang alergi terhadap 1 golongan ikan dan makanan laut tertentu belum tentu mengalami alergi terhadap golongan makanan laut lainnya.

Untuk menghindari alergi ikan, satu-satunya jalan yang bisa dilakukan adalah dengan memilih ikan yang kualitasnya masih baik. Pilih ikan yang insangnya masih berwarna merah segar, baunya tidak menyimpang, dan dagingnya tidak lunak dan berair. Segera bersihkan kulit, insang, dan isi perut ikan, setelah dibeli dari pasar, karena di sanalah sumber utama mikroba pembusuk pada ikan.

References :

  1. Food Allergy Research and Education (2013).
  2. Allergy UK – British Allergy Foundation (2012).
  3. Government of Canada (2012)
  4. www.femina.co.id/isu.wanita/kesehatan/ikan.alergi/005/005/73
  5. https://childrenallergyclinic.wordpress.com/2009/05/16/penyebab-alergi-makanan-ikan-laut/