Mengenalkan makanan padat tepat pada waktunya merupakan awal yang baik terbentuknya pola makan si kecil.

Proses Menelan Pada Bayi sepenuhnya dikontrol refleks misalnya refleks rooting yang distimulasi dengan menyentuh tepi mulut bayi yang akan membangkitkan gerakan kepala ke arah stimulus dan gerakan mencengkeram puting susu ibu, yang kemudian diikuti oleh refleks mengisap dan menelan. Refleks oral yang lain. Sejalan dengan pertumbuhan struktur anatomis serta pematangan neurologis, gerakan refleks tersebut secara bertahap akan menghilangkan dan diganti oleh gerakan volunteer terutama pada fase oral. Perkembangan ketrampilan makan sejalan dengan tipe makanan yang dikonsumsi dan cara pemberian makanan.

Proses makan pada anak bukanlah sekedar pemenuhan kebutuhan gizi semata. Melalui makan anak-anak belajar dan mempraktikkan keterampilan oral-motor, keterampilan motorik kasar dan halus, dan keterampilan berkomunikasi dengan orangtua atau pengasuh.

Dengan demikian perkembangan keterampilan makan pada anak melibatkan faktor-faktor dari pihak anak, orangtua, serta factor budaya.

Kapan si kecil siap makan?

Usia 4-6 bulan merupakan usia dimana system pencernaan bayi sudah mulai menunjukan kematangan. WHO, Depkes, maupun IDAI memberikan rekomendasi agar makanan padat pertama diberikan pada bayi saat berumur 6 bulan. Bagaimana mengenal bayi siap makan?

  • Mampu duduk sendiri dengan kepala tegak
  • Kelihatan tertarik pada makanan (misalnya berusaha meraih makanan yang sedang anda santap)
  • Merespon makanan yang disendokkan ke mulutnya, dan menelannya.

Bagaimana memulainya?

  • Sebagai langkah awal, berikan makanan lembut kepada si kecil dengan menggunakan sendok yang lunak. Berikan dalam jumlah sedikit, misalnya seujung sendok.
  • Jangan cemas bila bayi mengeluarkan makanan itu kembali. Tiap bayi tidak sama, ada yang cepat belajar, ada pula yang lambat merespon. Jangan menyerah, teruslah mencoba.
  • Kenalkan bayi dengan makanan satu demi satu. Secara bertahap tambah kepadatan tekstur dan variasi makanan.

Bagaimana Bila Si Kecil Alergi?

  • Hindarkan si kecil dari segala makanan pencetus alergi seperti susu sapi dan olahan nya, ikan laut dan olahannya, kerang, udang, kacang-kacangan, gandum, serta soya.
  • Pemberian jenis makanan agar bertahap
  • Mulai dengan satu jenis makanan dahulu, apabila gejala alergi tidak muncul bisa di teruskan pemberian jenis makanan tersebut. Apabila setelah di berikan satu jenis makanan gejala alergi muncul, sebaiknya ibu hentikan pemberian jenis makanan tersebut.

Referensi :

  1. Zutavern A, et al. Timing of solid food introduction in relation to enzema, asthma, allergic rhinitis, and food and inhalant sensitization at the age of 6 years: Results from the prospective birth cohort study LISA. Pediatrics. 2008;121:e44
  2. Heird WC. The feeding of infants and children. In:Kliegman RM, et al. Nelson Textbook of Pediatrics. 18th ed, Philadelphia, Pa.: Saunders Elsevier;2007Nevarez MD, et al. associations of early life risk factors with infants sleep duration. Academic pPediatrics. 2010;10:187
  3. Huh SY, et al. Timing of solid food introduction and risk of obesity in preschool-aged-children. Pediatrics. 2011;127:e544