Gumoh pada bayi memang sering dialami pada bayi. Gumoh adalah keluarnya sedikit cairan dan tidak disertai kontraksi otot perut. Gumoh ini masih dikatakan normal jika frekuensinya 1-4 kali sehari. Penyebab gumoh pun bermacam-macam, bisa karena bayi terlalu banyak minum ASI, bayi menangis berlebihan, ada banyak udara yang ikut tertelan ketika mengisap ASI, klep penutup lambung belum dapat menutup dengan sempurna, atau bayi gagal menelan karena otot penghubung mulut dan kerongkongannya belum sempurna juga. Untuk mengatasi gumoh bunda bisa menyendawakan bayi ketika bayi selesai menyusu.

Di Indonesia sendiri dikutip dari IDAI menyatakan bahwa angka kejadian gumoh selama 2 bulan pertama kehidupan bayi lebih tinggi dibanding negara lain. Menurut data ini, 25% bayi Indonesia mengalami gumoh >4 kali selama bulan pertama dan 50% bayi mengalami gumoh 1 – 4 kali per hari sampai usia 3 bulan. Gumoh akan berkurang dan menghilang saat bayi mencapai usia 18 – 24 bulan, yaitu saat ukuran lambung lebih besar dan katup lambung lebih kuat.

Jika bayi mengalami gumoh lebih dari frekuensi normal, bunda harus waspada dan memeriksakan karena bisa jadi bayi mengalami alergi susu. Selain itu jika gumoh ini tidak ditangani dengan baik, dikhawatirkan ketika gumoh ada air susu yang justru malah masuk ke lambung. Di dalam lambung terdapat asam lambung sehingga jika air susu tercampur dengan asam lambung dan masuk ke paru-paru akan menyumbat saluran nafas.

Muntah adalah keluarnya cairan dengan volume lebih banyak dari gumoh yakni lebih dari 10 ml. Muntah dikeluarkan dengan cara disemburkan dari perut bayi, disertai dengan kontraksi otot dinding perut. Kadangkala, cairan muntah juga dikeluarkan melalui lubang hidung. Muntah tidak terjadi pada bayi baru lahir, melainkan pada bayi berumur minimal 2 bulan dan dapat terjadi sepanjang usia. Bila bayi bunda muntah, bisa jadi merupakan tanda adanya gangguan kesehatan atau gangguan pada fungsi pencernaannya. Beberapa penyebabnya antara lain keracunan makanan, infeksi virus atau bakteri, infeksi saluran pernapasan, infeksi telinga, pneumonia, radang usus buntu dsb. Untuk muntah yang masih bisa ditolerir bunda cukup pastikan bahwa si kecil tidak akan dehidrasi dengan cara memperbanyak asupan cairan. Dan pada kondisi gawat darurat segera bawa bayi ke dokter jika cairan yang dimuntahkan berwarna kehijauan, atau ada bercak darah, muntah berlangsung lebih dari 24 jam dan tidak membaik, selama muntah, bayi mengalami demam 39°C, muntah yang diiringi pembengkakan perut, muntah yang diiringi menguningnya kulit dan mata bayi bayi atau bayi menolak makan dan minum lebih dari 2 jam.