World Health Organization (WHO) memprediksi prevalensi ashma akan mencapai 400 juta orang pada tahun 2025 dan sekitar 50% diperkirakan menderita alergi makanan. World Allergy Organization (WAO) memperkirakan 1,9 – 4,9 % anak-anak di dunia menderita alergi protein susu sapi. Penyakit yang timbul akibat alergi bisa ditangani secara medis, namun karena tidak dikenali sebagai gejala alergi, makan keluhan penyakit tetap ada dan mengganggu.

Berdasarkan International Study of Asthma and Allergies in Childhood, prevelensi alergi anak semakin meningkat. Peningkatan ini juga terjadi di Negara Asia Pasifik seperti Indonesia.

Alergi muncul sejak anak masih menyusui. Anak yang mengalami alergi harus segera ditangani. Sebab, alergi dapat menghambat tumbuh kembang anak.

Setiap bayi ternyata beresiko terkena alergi, bahkan untuk bayi yang orang tuanya tidak memiliki riwayat alergi seklai pun, ternyata masih memiliki kemungkinan 5-15 persen bayi mengalami alergi.

“Alergi harus dikenali sejak dini meski pada alergi makanan biasanya akan hilang setelah anak berusia 5 tahun. Namun, ada beberapa alergi yang bertahan hingga anak dewasa seperti alergi udang dan kacang.” Ujar Dokter Spesialis Anak yang juga Ketua Unit Kerja Koordinasi Alergi Imunologi Ikatan Dokter Anak Indonesia Prof.Dr.Budi Setiabudiawan, Sp.A(K), M.Kes.

Manifestasi alergi beragam dan timbul seiring dengan perkembangan usia. Gangguan akibat alergi ini dapat menyerang semua organ tanpa terkecuali. Dan, alergi pun dapat mengganggu kondisi psikologis yang pada akhirnya menimbuklkan gangguan perkembangan dan perilaku anak, seperti gangguan konsentrasi, emosi, dan keterlambatan bicara.

Jadi, apa yang bisa Bunda lakukan untuk mencegah timbulnya alergi pada anak? Permberian asupan nutrisi yang seimbang sejak usia dini merupakan langkah awal yang tepat agar anak terlindung dari gangguan alergi. Dan ASI dipercaya sebagai asupan terbaik bagi pertumbuhan dan perkembangan bayi, termasuk mencegah alergi.

Namun, alergi bisa dicegah. Dokter Spesialis Anak sekaligus Ketua Divisi Alergi Imunologi Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM Zakiudin Munasir mengatakan, pencegahan alergi yang utama pada anak, pemberian air susu ibu (ASI) selama 6 bulan pertama. ASI merupakan makanan terbaik bagi bayi yang sudah mencakup gizi seimbang

“ASI pada anak bermanfaat sebagai antibody sehingga mencegah alergi.” Papar Zakiudin di Kawasan Kuningan, Jakarta. Tentunya dengan cara Bunda harus menghindari bahan makanan pencetus alergi (Telur, Susu sapi, Ikan laut, Gandum, Udang dan kerang, Kacang-kacangan, dan soya atau kedelai).

Penundaan pemberian makanan padat dapat menimbulkan alergi tersebut. Pengenalan makanan padat dapat dilakukan pada usia 6 bulan. Selain itu, pencegahan alergi juga bisa dilakukan dengan menghindari paparan asap rokok saat hamil maupun saat bayi telah lahir.

http://www.beritaterbaru.co.id/2015/04/21/07/27/asi-cegah-anak-terkena-alergi/