

Alergi Susu SapiAlergi Susu Sapi : Bagaimana Mendeteksi dan Mengatasinya Tahukah Anda bahwa alergi susu sapi adalah suatu kelainan yang cukup serius dan umum dijumpai pada bayi? Tubuh kita memiliki sistem kekebalan tubuh untuk melindungi kita dari bahaya infeksi. Sistem kekebalan tubuh ini menyerang virus dan bakteri yang dapat menyebabkan kita jatuh sakit. Dengan adanya alergi susu sapi ini, sistem kekebalan tubuh kita tidak dapat membedakan protein susu dengan virus atau bakteri, hal ini dikenal dengan istilah allergen. Diperkirakan sekitar 6 sampai 8 dari 100 bayi memiliki alergi terhadap satu atau beberapa jenis makanan. Dari 8 allergen makanan yang sering ditemukan adalah protein yang terdapat pada susu, kacang kedelai, gandum, telur, kacang-kacangan, ikan, seafood yang bercangkang (mis. kepiting, udang, kerang) dan kacang pohon. Tidak dapat dijelaskan secara rinci, mengapa pada beberapa anak terjadi kekebalan tubuh terhadap satu atau lebih jenis protein makanan. Seorang anak mempunyai peluang lebih besar untuk memiliki alergi makanan, apabila terdapat sanak keluarganya yang mempunyai alergi makanan atau keturunan penyakit asthma, hives, hay fever atau eksim. Bayi dengan alergi susu sapi tidak dapat menerima rantai protein kompleks yang terdapat pada susu sapi. Akibatnya terjadi reaksi alergi yang ditandai dengan timbulnya beberapa gejala dalam waktu singkat (kurang dalam 1 jam), maupun dalam waktu yang cukup lama (lebih dari 24 jam).
Gejala-gejala kompleks di atas yang menyebabkan alergi susu sapi seringkali sulit untuk didiagnosis. Selain itu, berbagai keterbatasan alat tes diagnosis yang umum tersedia pada saat ini juga menyebabkan alergi susu sapi tertunda untuk diketahui. Berikan bayi Anda tindakan yang tepat pada gejala alergi susu sapi. Hal terbaik yang dapat dilakukan adalah menghindari konsumsi susu sapi dan protein kedelai dari makanan untuk ibu maupun bayi. Sebagian besar bayi memang akan melewati masa alergi susu sapi pada umur 18 bulan. Namun sebelum masa itu tersebut tiba, tindakan terbaik untuk menyikapi alergi susu sapi adalah menghindari protein susu sapi dan kedelai. Ibu yang menyusui harus menghindari susu dan protein kedelai dari dietnya. Menghindari susu dan protein kedelai memang agak menyulitkan karena banyak digunakan dalam berbagai makanan. Protein susu yang dikenal dengan nama casein atau whey, yang juga harus dihindari, terdapat dalam berbagai produk makanan. Oleh karena itu, Ibu harus selalu memperhatikan tabel nutrisi pada label makanan yang akan dikonsumsinya.
Untuk bayi yang diberi Susu Formula: Tindakan yang terbaik adalah mengganti seluruh rantai protein dengan formula dengan dasar asam amino. Sumber protein pada susu formula bayi: Semua basic formula (susu dan kedelai) terbuat dari rantai protein lengkap yang dapat menyebabkan reaksi alergi. Non-lactose formula juga terbuat dari rantai protein lengkap yang diperuntukan bagi bayi dengan intoleransi laktosa yang timbul akibat ketidakseimbangan antara jumlah laktosa yang dikomsumsi dan kapasitas enzim laktase untuk menghidrolisis laktosa. Formula ini dapat menyebabkan reaksi alergi untuk bayi dengan alergi susu sapi. Formula hipoalergenik terbuat dari rantai lebih pendek mengandung protein terhidrolisa diperuntukan bagi pencegahan primer alergi pada bayi dengan beresiko alergi. Formula ini masih mengandung protein susu yang masih dapat menyebabkan reaksi alergi. Extensively Hydrolyzed formula (eHF) memecahkan protein menjadi beberapa bagian. Jenis protein ini dapat diterima pada sebagian besar kasus, namun masih dapat menyebabkan reaksi alergi. Formula ini masih mengandung protein susu. Amino acid-based formula terbuat dari 100% asam amino non-alergenik. Protein ini dipecahkan sampai pada rangkaian yang paling sederhana dan murni, sehingga dapat diterima dengan baik pada semua kasus alergi susu sapi. |
arsip ›
Berita Terbaru
Maternity And Baby Expo ; 26 - 28 November 2010
ASA hadir dalam Maternity & Baby Expo 2010
26-28 November 2010 p...
Peluncuran Web Aksi Sadar Alergi
Terhitung hari ini, Anda sudah dapat memanfaatkan web aksi sadar alerg...
arsip ›
Cerita Terbaru
arsip ›
Artikel Terbaru
arsip ›
Pertanyaan Terbaru
|