Berikan ORALIT

  • Anak umur kurang dari 2 tahun: berikan 50 – 100 mL cairan tambahan setiap kali bab.
  • Anak umur lebih dari 2 tahun: berikan 100 – 200 mL cairan tambahan setiap kali bab.

Cairan oralit diminumkan dengan cangkir atau sendok secara perlahan. Jika anak muntah, tunggu hingga 10 menit kemudian coba diminumkan lagi secara perlahan. Anak harus minum cairan tambahan ini hingga diare berhenti. Pada bayi yang masih ASI eksklusif teruskan pemberian ASI dengan ditambah oralit. Pada bayi yang tidak ASI eksklusif bisa diberikan oralit, cairan makanan (kuah sayur, air tajin) atau air matang setiap kali bab. Oralit dengan formula baru (new oral rehydration solution atau new-ORS) dimana kadar natrium dan glukosanya lebih rendah ternyata ampuh untuk mengurangi volume diare juga muntah serta anak menjadi lebih sedikit membutuhkan terapi infus. Tidak dianjurkan memberi larutan racikan gula-garam yang dibuat sendiri di rumah. Takaran gula dan garam yang tidak pas justru berbahaya bagi anak yang sedang diare. Sejak tahun 1978, Oralit atau larutan rehidrasi oral ini menjadi kunci pokok bagi pengobatan diare. Oralit bisa menurunkan angka kematian akibat diare dari 5 juta menjadi 1,3 juta anak setiap tahun. Keampuhan new-ORS ini semakin bertambah dengan konsentrasi natrium 75 mEq/L, glukosa 75 mmol/L dan total osmolaritas menjadi 245 mOsm/L. Kebutuhan terapi infus menurun hingga 33%, volume tinja menurun hingga 20% dan kejadian muntah menurun hingga 30%.

Berikan tablet zinc selama 10 – 14 hari berturut-turut.

  • Dosis zinc bayi umur di bawah 6 bulan: 10 mg per hari.
  • Dosis zinc bayi umur di atas 6 bulan: 20 mg per hari.

Zinc WAJIB dituntaskan hingga 10 hari atau sesuai petunjuk dokter. Tablet zinc bisa dilarutkan dalam satu sendok air. Air pelarut untuk tablet zinc ini bisa air minum yang bersih, ASI atau oralit. Zinc adalah mikronutrien yang penting bagi kekebalan tubuh, perkembangan dan kesehatan anak. Pemberian zinc selama 10 – 14 hari akan mempercepat penyembuhan diare, mengurangi keparahan diare dan melindungi anak dari kejadian diare hingga 2 – 3 bulan ke depan. Pemberian zinc bisa mengurangi 300.000 kematian akibat diare pada anak.

Teruskan pemberian ASI ( juga makanan jika bayi telah MPASI).

    • Teruskan pemberian ASI. Pada bayi yang telah MPASI bisa lebih sering disusui. Pada bayi yang tidak mendapat ASI maka bisa tambahkan oralit, cairan rumahan atau air minum disamping susu yang biasa dia minum.
    • Pada bayi yang sudah MPASI boleh diberikan minuman yang dia sukai yang mudah diperoleh di rumah. Boleh minum susu, sari buah, teh, yang penting anak mau minum supaya tidak dehidrasi.
    • Bayi yang sudah makan MPASI diberikan makan 6 kali sehari untuk mencapai asupan kalori hingga 110 kkal/kg/hari. Anak yang sulit makan mungkin membutuhkan intervensi pemberian makan melalui selang nasogastrik.

Anak dengan diare yang berat akan kehilangan selera makan, namun biasanya akan mulai kembali berselera makan setelah 24 – 48 jam mendapatkan terapi.

Berika antibiotik secara selektif  hanya bagi diare yang disebabkan oleh bakteri seperti disentri, diare disertai darah (curiga Shigellosis) atau pasien yang dicurigai kolera serta infeksi berat lain.

Periksa ke tenaga kesehatan untuk mendapat nasehat tentang perawatan diare yang benar. Tenaga kesehatan harus memberikan nasehat bagi ibu dan keluarga tentang perawatan diare, tanda dehidrasi dan kapan membawa bayi kembali untuk periksa ke tenaga kesehatan lagi.

Penanganan diare diatas disebut juga dengan LINTAS (Lima Tuntas) Diare, pemberian oralit dan zinc adalah pengobatan utama untuk semua kasus diare. Oralit terus diberikan hingga diare berhenti. Zinc harus diberikan minimal 10 hari meskipun diare sudah membaik, jadi pastikan bunda meminta dokter atau tenaga kesehatan lain untuk mengajarkan cara pemberian oralit dan zinc yang benar kepada anak yang diare.

Sumber : https://duniasehat.net/2015/04/27/diare-pada-bayi-asi/

                    www.idai.or.id