Ada Banyak Bakteri dalam Usus

Ketika mengunyah makanan maka tidak semua makanan sebenarnya bisa diproses dalam usus. Makanan tertentu sering tertinggal dalam usus dan bahkan makanan ini sama sekali tidak dapat diurai dengan cepat. Akibatnya maka ada beberapa bakteri dalam usus yang mencoba untuk melakukan proses fermentasi terhadap makanan tersebut. Hasil sampingnya adalah gas yang bisa menyebabkan perut kembung atau sering bersendawa. Beberapa contoh bahan makanan yang bisa menghasilkan gas dalam perut seperti beberapa jenis sayur (asparagus, kubis-kubisan, dan brokoli, buah, makanan bertepung, susu dan produk turunannya, oatmeal, kacang, soda dan minuman ringan. Meskipun demikian hendaknya kita mengatur porsi makannya saja bukan menghindarinya mengingat kita juga perlu akan nutrisi lain yang seimbang.

Kurang Laktase

Ketika tidak mendapatkan laktase dalam jumlah yang cukup maka tubuh juga bisa memproduksi gas. Proses ini terjadi dalam usus kecil. Usus kecil membutuhkan laktase untuk memecah laktosa. Jika laktosa dalam usus tidak dapat dipecah maka bakteri akan membuat fermentasi pada gula. Hal inilah yang akan membuat perut kembung.

Produk Susu dan Olahannya

Semua orang memiliki sistem pencernaan yang berbeda. Ada orang yang bisa mencerna produk susu namun ada juga orang yang tidak bisa mengkonsumsi susu. Orang yang tidak bisa mencerna susu biasanya akan bereaksi dengan perut kembung. Gas dihasilkan karena usus halus sama sekali tidak bisa menyerap produk susu tersebut. Antisipasi untuk masalah ini adalah dengan berhenti mengkonsumsi produk susu tersebut.

Konsumsi Gula Alami

Berbagai jenis buah dan sayuran yang mengandung gula alami juga bisa menyebabkan perut kembung. Hal ini terjadi karena organ pencernaan memang tidak bisa mencerna makanan tersebut.