Alergi adalah terganggunya sistem kekebalan tubuh seseorang yang memiliki sensitivitas berlebihan terhadap proteion tertentu. Sedangkan penyakit infeksi adalah penyakit yang disebabkan masuknya bibit penyakit baik karena virus ataupun bakteri dan ini dapat menular dari satu orang ke orang lain.

Seringkali gejala-gejala antara alergi dan penyakit infeksi bisa muncul serupa dan mungkin agak sulit untuk dibedakan bagi awam. Gejala-gejala yang muncul antara lain gatal-gatal, diare, nyeri perut, sariawan, migraine, batuk, pilek atau bahkan sesak. Orang tua mana yang tak khawatir manakala gejala yang muncul berlangsung lama dan tak kunjung membaik. Maka dari itu hendaknya dicari tau dulu penyebabnya apakah karena alergi atau memang karena terinfeksi oleh virus/bakteri sehingga gejala muncul.

Ada 3 pertanyaan sederhana yang penting untuk diketahui setiap orang tua yakni :

  1. Apakah gejala yang muncul disertai demam ?
  2. Apakan gejala yang muncul lebih dominan di siang hari daripada pagi hari atau malam ?
  3. Apakah ingus, dahak/reak kental dan berwarna ?

Jika dari 3 pertanyaan tersebut jawabannya tidak maka kemungkinan besar karena alergi. Dugaan alergi akan semakin kuat jika ada keluarga yang memiliki riwayat alergi.

Jika dari 3 pertanyaan tersebut salah satu jawabannya ya bisa jadi gejala yang muncul mendakan adanya infeksi.

Gejala alergi dapat berkurang pada siang hari karena secara alamiah manusia memiliki siklus diurnal dimana tubuh memproduksi hormone adrenalin dan kortisol lebih banyak pada siang hari dan menurun pada saat malam sampai pagi hari. Peran hormone adrenalin dan kortisol itu sendiri dapat menghilangkan atau mengurangi gejala alergi

 

Sumber : Di sadur ulang dari website www.idai.or.id