Alergi makanan adalah reaksi alergi yang terjadi akibat sistem kekebalan tubuh kita keliru merespons protein yang berasal dari makanan dan menganggapnya sebagai suatu ancaman. Tentunya mendeteksi si kecil mengidap alergi memang tidak mudah, namun biasanya yang sering alergi makanan muncul beberapa menit setelah makan (reaksi cepat), walaupun ada juga yang gejalanya lama muncul (reaksi lambat).

Gejala lain (yang hampir selalu muncul beberapa menit setelah makan), adalah:
• Mual
• Muntah
• Diare
• Gatal (tenggorokan, mulut, mata, kulit, dan telinga)
• Bibir bengkak
• Ruam merah (bintik atau bentol besar seperti eksim)
• Tenggorokan tersumbat (sulit menelan atau bernapas)
• Lidah bengkak dan memenuhi mulut
• Dada sakit
• Pusing
• Wajah pucat atau membiru, denyut nadi melemah dan kehilangan kesadaran.

 

Pada reaksi alergi ringan, seperti sakit perut atau ruam merah, perhatikan dan pantau selalu kondisi si kecil, bila keadaannya memburuk segera hubungi dokter. Untuk meredakan rasa kurang nyaman, kebanyakan dokter merekomendasikan antihistamin sesuai dosis dan berat badan anak. Jika anak mengalami reaksi alergi relatif berat, seperti tenggorokan tersumbat, bibir membengkak, atau kehilangan kesadaran, segera hubungi nomor darurat rumah sakit. Bicarakan pada dokter apakah Anda perlu menyimpan epinefrin.